|
Saya masih gak habis pikir dengan masalah PLN akhir-akhir ini yang memang sudah banyak merugikan masyakarat dari berbagai lapisan. Biasanya monopoli suatu usaha oleh perusahaan negara menghasilkan hasil yang setidaknya menenangkan rakyatnya, ini kok sudah monopoli malah bikin susah ya? Saya disini membela kepentingan rakyat yang sudah dirugikan, termasuk saya, dan saya tidak akan serta merta menghakimi, tapi sebagai warga negara yang baik, saya mencoba memberi alternatif solusi. Semoga bisa dibaca oleh para petinggi PLN yang mungkin sudah kehabisan akal.
Begini lho,yang namanya listrik, itu adalah kebutuhan vital bagi suatu negara. Memang tidak mudah untuk mengaliri listrik negara yang bentuknya kepulauan ini, namun bukan caranya PLN terus bisa seenaknya memadamkan listrik dengan dalih yang aneh2. Karena bagaimanapun juga dengan pemadaman listrik ini sudah merugikan banyak pihak secara finansial dan jumlahnya mungkin mencapai milyaran Rupiah. Tentu saja masyarakat jengkel setengah mati, karena selain dirugikan, masyarakat masih harus tetap membayar biaya listrik..dan diskon sebagai kompensasi pun hanya 10%. Ini kan tidak masuk akal. lebih tidak masuk akal lagi, PLN dari dulu sampai sekarang kayaknya terus membukukan kerugian. Jadi sebenarnya apa sih masalah PLN? Udah mati idup seenaknya, merugi terus, dan malahan menyusahkan masyarakat..gilanya, PLN ini monopoli listrik, jadi arti kata lain, mau kita ngedumel dan nyumpahin sampai berbusa..tetap aja tidak ada gantinya.
Lalu apa solusi terbaik bagi PLN?
Setelah gw mencoba menghayal sambil berak, gw berandai-andai jadi pimpinan pucuk PLN dan satu hal pasti yang gw lakukan adalah: mencoba bermitra strategis dengan pihak asing ataupun pihak swasta lokal dengan memberikan kendali penuh atas pricing di masyarakat.
Selain itu, gw akan mendukung program pemerintah untuk membuka lahan listrik bagi pihak swasta dan asing. Justru gw akan terpacu untuk membereskan management dan memberikan yang terbaik bagi rakyat. Sodara-sodara PLN yang sudah sukses dengan dibukanya gerbang monopoli adalah Pertamina, PGN, PTBA, ADHI, WIKA, BRI, BNI. Justru mereka inilah yang menghantarkan layanan publik menjadi lebih baik.
Tidak heran bila rakyat marah kepada PLN karena sebagai penghasil batubara ketiga terbesar dunia, justru mengherankan sampai listrik bisa padam di Indonesia. Artinya kan kinerja PLN sama sekali tidak maksimal.
Banyak sekali tudingan dan suara miring tentang banyaknya tikus koruptor di PLN yang membuat kinerja jadi berantakan..mungkin saja itu benar. gw gak tau dan mungkin ga mau tau. Yang gw pengen tau, sekalipun ada korupsi, lampu dirumah gw gak mati dan gw bisa tidur tenang tanpa kuatir ikan peliharaan gw bakal mati karena ga ada oksigen.
Sudah saatnya PLN berbenah. Jangan karena adanya keputusan DPR yang membuka monopoli jadi marah. Justru dengan adanya tantangan baru, PLN bisa go public dan kembali dipercaya masyarakat.
Sekarang ini, gardu Cawang meledak, gardu Gandul bocor..ntah masalah apalagi yang akan dihadapi oleh PLN sehingga ada alasan baru untuk pemadaman listrik? Ini menjadi pertanyaan besar, apakah memang seluruh fasilitas itu dimaintain. Hitungannya, bila satu rumah bisa membayar paling tidak Rp300,000 per bulan, maka Rp 300,000 x 10 juta penduduk saja adalah Rp 3,000,000,000,000 alias 3 trilliun Rupiah per bulan. Ini baru 10/250 juta penduduk, baru 1/25 yang membayar atau 0.04% dari total penduduk. Belum ditambah dengan tarif bagi pabrik atau kantor, yang notabene lebih mahal. Emang berapa sih cost yang harus ditanggung PLN per bulan?
Kalau di kompleks perumahan gw ada 200 rumah, yang minimum membayar listrik Rp 1 juta per bulan, berarti kan Rp 200 juta per bulan. Sekarang, wajar gak kalo listrik bisa padam.
Katanya sih PLN merugi karena banyaknya instansi pemerintah yang tidak membayar listrik. Lho, ini sih bukan urusan gw dan rakyat. Kalo emang mereka ga bayar ya padamkan saja, tapi jangan matiin lampu orang yang udah bayar donk. kan ga masuk akal?!
jadi sebagai pucuk pimpinan PLN, jika memang tidak ingin merugi, ya jangan praktekan diskriminasi. Pemerintah dan BUMN dan instansi lain juga harus bayar, toh mereka kan juga sudah punya budget. Dan kembali lagi, budget itu dibayar dari pajak rakyat. Jadi gak ada alasan kan, karena sekarang sudah banyaaaak sekali rakyat yang bayar pajak. Boleh donk kalo gw marah, karena gw setia bayar pajak untuk apapun. (apa sih yang gak dipajakin di Indonesia, kencing aja bayar).
Mari kita tunggu langkah PLN selanjutnya, juga pemerintah dalam menyikapi hal yang sangat merugikan negara ini. Apakah semakin bodoh atau tambah pintar sedikit?
(gambar ilustrasi saya ambil di google, di salah satu blog) |
|
Last Updated ( Wednesday, 11 November 2009 )
|
|
|
|
|
|
|
|