Home
Ho Chi Minh, January 2010 PDF Print E-mail
Setelah mempersiapkan 6 bulan sebelumnya, datang juga hari dimana gw pergi ke Ho Chi Minh City alias Sai Gon di Vietnam. Dari rencana pergi bertiga, akhirnya gugur satu teman travelling walau akhirnya bertemu juga dengan sesama backpacker Indonesia di sana. Monggo, dibaca cerita singkatnya. Dan, siapa tau berguna bagi rencana travelling kamu ke Saigon.

Disini gw pasti gak akan cerita banyak soal Vietnam dan Saigon. Silahkan baca sendiri sejarah mereka. Disini gw cuma pengen cerita gimana perjalanan gw, enak dan ga enaknya. Perjalanan ke Vietnam, kali ini cukup ruwet karena tidak menggunakan direct flight, 6 bulan lalu gw keburu beli tiket Air Asia, padahal 3 bulan setelahnya mereka punya direct flight JKT-SGN. Jadi rada nyesel sih, karena harus ribet dan transit segala di KL. Senengnya, ya balik lagi dan sempat belanja di KLCC. Berasa jadi super businessman, lunch di KL, dinner di Saigon. Gw arrived di Saigon jam 8an malam, dan cari taxi di airport, karena memang belum tau apa2, gw gak berani ambil resiko naik angkot2 ga jelas. tujuan utama jelas, yaitu naro barang di hotel. Gw nginep di Star City Hotel, itu di pusat kota, Ben Tanh Ward, dengan rate $30 per malam. Ga mahal kok, dengan fasilitas tv flat, hot shower, a/c. Langsung, begitu naro barang, ga basa-basi langsung makan di resto di sebelah hotel. Enak banget, apalagi babi panggangnya. Perl diperhatikan bahwa di Vietnam, rata-rata orang tidak bisa berbahasa Inggris, sekalipun bahasa sederhana untuk taking order. Jadi, gunakan bahasa tubuh dan tunjuk menu saat memesan.Setelah makan, kita coba pergi ke Ben Tanh Nite Market, disana murah-murah dan selalu digodain ama penjual2nya. Perlu diperhatikan bahwa rata-rata cewek disana sih putih2 dan genit2. Disana gw beli gantungan kunci, zippo Vietnam seharga 80,000 VND, baju lucu buat bini gw. Oh ya, jangan lupa nawar separuhnya terlebih dahulu.

Besok paginya, karena udah gondrong, gw coba cari salon. Disana kapsternya sama genitnya, dan potong rambut cuma 50,000 VND. Karena taxi adalah transportasi yang murah meriah dan aman, jadi gw langsung naik taxi menuju tujuan pertama, Notre Dame Cathedral. (tips: disana naik Vienna Taxi, paling banyak dan terpercaya, kayak Blue Bird gitu).

Setelah "absen" di Nothre Dame, kami pergi ke General Post Office dan disana kami bertemu dengan Private Tour Guide dengan Private Taxi. Karena per jamnya cukup murah, 100,000 VND, kami memutuskan untuk jalan-jalan bersama dia. Kami pergi ke War Remnant Museum, Pagoda dan juga China Town. Di China Town ini, banyak barang-barang yang ibu2 suka, kain, batu, dll. Gw beliin pakaian tradisional Vietnam full silk buat bini gw seharga 1,000,000 VND.

Ga tau kenapa ya, tapi memang benar di Saigon, prostitusi benar-benar marak. Mulai dari jam 9 pagi sampai jam 2 siang, si tour guide selalu menawarkan "do you want young beautiful girl, coy coy, bang bang?". karena akhirnya malah jadi emosi, gw minta brenti di Ben Tanh Area, untuk cari lunch.

Setelah lunch, kami coba untuk pergi ke New World Hotel dan taman yang cukup besar di seberangnya, bertemu dengan Ira, salah satu pejuang backpacker wanita Indonesia. Setelah bertemu kami ngopi dan beli kopi di De Tamh dan selanjutnya menyaksikan Water Puppet Show. Acara menarik ini dimulai sekitar jam 19.00. Jadi pastikan Anda sudah membeli tiket. Lalu kami makan malam yang murah meriah di Ben Tanh market. Kami makan bertiga cuma menghabiskan 200,000 VND. Itu sudah termasuk kerang, nasi goreng sapi, kay lan, bir, dll.

 Besok paginya kami berangkat cukup pagi untuk mengikuti tur ke Ku Chi Tunnel. Sangat disayangkan area wisata di Vietnam cukup berjauhan dan waktu kami terbatas, sehingga kami tidak sempat ke Mekong Delta. Perjalanan ke Na Trang yang ada pantai menghabiskan 8 jam, perjalanan ke Mu Ne 8 jam juga. Kami rencana untuk mengunjungi kedua tempat itu pada kesempatan berikutnya. Perjalanan ke Ku Chi atau Mekong juga menghabiskan waktu 4 jam.

Di Ku Chi, disini kami melihat bagaimana jebakan Viet Cong dan juga gorong-gorong sangat sempit kurang lebih 7-10 meter dibawah permukaan tanah. Hanya sekali aja gw masuk situ, karena ternyata sangat sempit, gelap dan mengerikan. (Tips: bagi yang memiliki penyakit jantung, ashma dan claustrophobia,..jangan masuk!!).

Setelah kunjungan ke Ku Chi berakhir, Ira harus kembali ke Jakarta, sementara gw dan Baim memilih untuk menghabiskan waktu di De Tham Street. Kami dinner di Crazy Buffalo resto dan jalan-jalan di taman. Dan lagi-lagi kami ditawari oleh PSK oleh "mami-nya" yang menggunakan motor. Btw, di Saigon ini, jumlah motornya banyak sekali dan jalan raya sangat tidak beraturan. Jadi hati-hati saat menyeberang jalan. Karena taxi murah, sekali duduk 2500 VND, mending naik taxi aja untuk urusan dalam kota.

 Besok pagi, kami kembali ke international airport, dan perjalanan dilanjutkan ke KLIA. Disana menunggu hanya 2 jam dan kami langsung pulang ke Jakarta...it's a nice trip.

Next year trip will be Hanoi.

Last Updated ( Monday, 08 March 2010 )
 
Next >

JoomlaStats Activation Module

Ini kudu dibaca!

Add to Google

Langganan Newsletter

Enter your Email


Preview | Powered by FeedBlitz

Berita Terkini

Kecanduan Blackberry: susah sembuh!

Halah! Emang sih rada ga penting, tapi fenomena kecanduan blackberry tuh bisa ditemukan dimana-mana. gw sendiri juga seorang pecandu blackberry, dan makanya dalam keseharian menggunakan dua BB. Alasan...
Read More ...

Goal Seorang Entrepreneur

Dalam kenyataan dan kehidupan sehari-hari, ternyata ada perbedaan nyata dan cukup keras antara mindset seorang pengusaha/ businessman/entrepreneur dengan seorang karyawan. Ini bukan masalah keamanaan ...
Read More ...

Bai Su Zhen

Gw ga pernah nyangka untuk nulis ini, cerita soal Bai Su Zhen yang benar2 sempat menjadi legenda dan trend di Indonesia tahun 93-94an. Saat itu konyolnya menggunakan dubbing "suamiku..istriku&quo...
Read More ...

Green in daily life? Pake apa?

Sebagai salah satu Carbon dan Environment Advisory di Indonesia, gw akhir2 ini sering berkutat dengan istilah2 yang lucu seperti CDM, CVA, Climate Change, Kyoto Protocol, RoadMap, dsb. Diantara semua ...
Read More ...

MENU BARU: green life & carbon world

Gw akan bikin submenu baru di EcoNomy, judulnya adalah GREEN LIFE dan CARBON WORLD. ini berkaitan dengan perusahan gw, Karbon Advisory dan kepedulian gw dengan Climate Change/Kyoto Protocol dan gimana...
Read More ...

Kalo pengen ikutan jadi member

Login
No account yet? Register
RocketTheme Joomla Templates