Bai Su Zhen PDF Print E-mail
Gw ga pernah nyangka untuk nulis ini, cerita soal Bai Su Zhen yang benar2 sempat menjadi legenda dan trend di Indonesia tahun 93-94an. Saat itu konyolnya menggunakan dubbing "suamiku..istriku". Cerita legenda dari dinasti Song ini ternyata memang sangat apik dimainkan oleh Angie Chu dan Cecilia Yip. Bagi Anda penggemar 90s, pasti tidak bisa melewatkan cerita Pai Su Cen alias Legenda Siluman Ular Putih ini. Kebetulan sekali, minggu lalu gw nemuin dvdnya. Setelah nyari sekian lama, akhirnya bisa kembali menikmati serial segar yang musical dan jujur, menyentuh hati. Gw ingin memuji dan bercerita tentang moral yang terkandung dalam romance ini.  Bahasa inggrisnya, cerita ini sering disebut sebagai Madam White Snake. Bertapa selama 1700 tahun, menjadi manusia dan membalas budi reinkarnasi dari anak gembala yang menyelamatkan nyawanya setelah 20x reinkarnasi.Bai Su Zhen menikah dengan Xu Han Wen dan memiliki anak Xu Shi Lin, tapi sayang sekali takdir kejam harus memisahkan mereka. Biksu jahat Fa Hai membalas dendam karena Su Zhen memakan pil 600 tahun miliknya. Su Zhen dipenjara di dalam pagoda Lei Feng, sementara Han Wen menjadi bertapa di kuil Ji Shan. gw sempat secara singkat membaca literatur Madam White Snake ini, sangat panjang dan melelahkan. Karena kata-katanya banyak menjadi puisi. Tidak mengherankan di filmnya banyak lagu dan syair. Cerita Bai Su Zhen yang ditulis ratusan tahun lalu ini, memang mengutamakan kejadian di Su Zhou, kota indah yang sempat menjadi ibukota Cina. Tempat kejadian di seluruh romance White Snake Legend merupakan salah satu target hunting gw mungkin tahun depan, jika tidak ada aral melintang. Pagoda Lei Feng, tempat dikurungnya Su Zhen pun tidak fiktif dan masih ada sampai sekarang. Begitu juga dengan West Lake atau Danau Barat. Apa sih istimewanya romance White Snake ini? Bila Anda mengikuti film ini, tentu saja Anda pasti teringat betapa menyebalkan kata2 mereka "istriku dan suamiku"..tapi inilah yang menjadi alasan paling kuat kenapa orang banyak menyukai romance ini. Bukan hanya karena Bai Su Zhen cantik, atau film seri cina jarang diputar, tapi karena dialognya sangat sarat dengan kesopanan dan kata-kata indah. Benar-benar tontonan keluarga. Ada banyak sekali cerita moral yang bisa Anda petik dan ajarkan ke anak-anak Anda. Ataupun penggalan dari satu seri saja sebenarnya sudah lebih dari cukup sebagai dongeng pengantar tidur. Memang kisah Ular Putih ini tidak lepas dari ciri khas serial cina pada umumnya, yakni ada peran pengadilan atau hakim, syair atau nyanyian dan juga adu jurus silat. Moral utama dalam cerita ini adalah cinta tidak dapat dipisahkan oleh dewa walaupun berbeda jenis. Penulis tidak hanya melihat ini masalah ras atau agama, tapi dia melihat antara manusia dan siluman. Love is universal. Cerita ini juga mengangkat derajat wanita alias pro emansipasi wanita yang tentu saja sangat langka pada jaman itu. Bai Su Zhen digambarkan sangat cantik, cerdas dan seperti dewi Kwan Im. Banyak kasus di pengadilan atau adu mulut yang sering diselesaikan Su Zhen secara cerdik. Ini membuktikan bahwa wanita memiliki pikiran yang pintar juga. Begitu juga, Han Wen sangat memuji dan membela istrinya. Kisah ini bertentangan dengan gaya hidup di cina pada jaman itu, dimana pria banyak melakukan poligami. Cerita ini juga sangat pro rakyat kecil, dimana Han Wen dan Su Zhen membuka toko obat Bao An Tang, yang memberikan pengobatan gratis kepada orang tua dan rakyat miskin. Sepertinya romance ini banyak memasukan unsur humanisme atau aliran konfusius ke dalamnya. Terbukti dengan banyaknya episode dimana pengabdian adik ke kakak, anak ke orang tua, manusia ke dewa juga sering ditonjolkan. Begitu juga dengan Han Wen yang cukup rajin sembahyang dan melakukan tradisi seperti Ching Ming (ziarah), perayaan Dan Wu, dsb. Banyak juga adegan yang menonjolkan rasa hormat dan terima kasih dan juga penolakan halus alias keluarga tidak perhitungan masalah uang. Walaupun terdengar lame, tapi romance dan serial Ular Putih ini memang menjadi tontonan yang sangat bermutu dan edukatif. Di antara banyaknya film hollywood yang banyak memasukan unsur kekerasan dan masyarakat modern yang tidak beradab, saya sarankan untuk kembali 1000 tahun dan menikmati serial ini. Saya yakin, banyak diantara kita yang masih memendam rasa jengkel kepada Fa Hai, atau kangen melihat kenggunan dan keelokan Bai Su Zhen. Selamat menonton.
 
Next >

Ini kudu dibaca!

RocketTheme Joomla Templates